
BERANDANUSANTARA.CO.ID, JAKARTA – Kebanggaan kembali hadir dari tanah air. Tim Garuda Baru Indonesia, yang mayoritas beranggotakan anak-anak jalanan dari keluarga kurang mampu, berhasil meraih gelar Juara Dunia Street Child World Cup (SCWC) 2026 kategori Male Shield di Mexico City, Meksiko. Prestasi luar biasa ini mendapat apresiasi langsung dari Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming, yang menerima audiensi tim tersebut di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Selasa (23/06/2026).
Keberhasilan Tim Garuda Baru bukan sekadar kemenangan di lapangan hijau. Di balik trofi yang mereka bawa pulang, tersimpan kisah perjuangan panjang anak-anak yang tumbuh dalam keterbatasan. Sebagian di antara mereka pernah hidup di lingkungan jalanan dengan berbagai tantangan sosial. Namun melalui sepak bola, mereka menemukan harapan baru, membangun kepercayaan diri, dan meraih kesempatan untuk mengubah masa depan.
Pada laga final yang berlangsung dramatis, Tim Garuda Baru berhasil menundukkan Argentina melalui adu penalti. Kapten Tim Garuda Baru Indonesia, Aryo Topan Artha Gading, mengaku bersyukur atas pencapaian luar biasa tersebut sekaligus atas perhatian yang diberikan pemerintah kepada tim mereka.
Wapres Gibran menilai keberhasilan Garuda Baru menjadi bukti nyata bahwa setiap anak Indonesia memiliki potensi besar untuk berprestasi, apabila mendapatkan kesempatan, pendampingan, dan dukungan yang tepat. Oleh karena itu, Wapres menegaskan bahwa prestasi di lapangan harus menjadi pintu masuk hadirnya negara dalam memastikan masa depan para atlet muda tersebut.
Manajer Tim Garuda Baru Indonesia sekaligus Pengurus Yayasan Kampus Diakonia Modern (KDM), Jessica Hutting, mengungkapkan bahwa Wapres ingin memastikan seluruh anggota tim dapat mengakses program-program pemerintah, baik Kartu Indonesia Pintar (KIP), Sekolah Rakyat, maupun berbagai program jaminan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) bagi keluarga mereka.
Para pemain Garuda Baru dibina oleh konsorsium Yayasan Transmuda Energy Nusantara, Yayasan Kampus Diakonia Modern (KDM), dan Sahabat Anak (SA). Selama lebih dari dua tahun, mereka menjalani proses pembinaan yang tidak hanya mengasah kemampuan bermain sepak bola, tetapi juga membangun karakter, disiplin, tanggung jawab, dan semangat untuk terus melanjutkan pendidikan.
Aryo juga menyampaikan pesan Wapres kepada seluruh anggota tim agar tidak melupakan pendidikan formal di tengah prestasi yang diraih. Ia mengungkapkan bahwa tim akan difasilitasi untuk melanjutkan sekolah, mendapatkan dukungan biaya pendidikan hingga perguruan tinggi, serta ditawarkan untuk mengikuti program Sekolah Rakyat.
Audiensi tersebut menjadi simbol nyata bahwa negara hadir tidak hanya untuk mengapresiasi prestasi, tetapi juga untuk mengawal masa depan anak-anak yang berhasil bangkit dari keterbatasan. Dari jalanan, mereka menyalakan mimpi. Dari sepak bola, mereka membuktikan kepada dunia bahwa anak-anak Indonesia mampu berdiri sejajar dengan anak-anak dari negara-negara maju mana pun.
Ke depan, manajemen Garuda Baru berharap kolaborasi dengan pemerintah dapat diperluas, sehingga model pembinaan berbasis olahraga ini dapat menjangkau lebih banyak anak-anak rentan di berbagai daerah di seluruh Indonesia. (*)
Sumber : https://wapresri.go.id/
