Wali Kota Tarakan Resmi Lantik Abdul Azis Hasan Sebagai Sekretaris Daerah

BERANDANUSANTARA.CO.ID, TARAKAN – Setelah melewati proses seleksi yang panjang dan ketat sejak Mei 2026, teka-teki mengenai siapa pemegang tongkat komando tertinggi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kota Tarakan akhirnya terjawab. Pada Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., secara resmi melantik Abdul Azis Hasan sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tarakan. Upacara pengambilan sumpah dan janji jabatan yang berlangsung khidmat ini digelar di Gedung Serbaguna Pemerintah Kota Tarakan, Jumat (31/7/2026),

Berbeda dengan pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama pada umumnya, prosesi kali ini terasa jauh lebih eksklusif. Wali Kota secara khusus mengundang jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sebagai bentuk penghormatan terhadap posisi Sekda yang sangat strategis.

“Pelantikan Sekda ini memang agak istimewa karena menghadirkan Forkopimda. Sekretaris Daerah merupakan jabatan puncak di lingkungan ASN pemerintah daerah, sehingga kami mengundang Forkopimda untuk menyaksikan pelantikan ini”, tegas Khairul dalam sambutannya.

Wali Kota menjelaskan bahwa pengisian kursi Sekda ini murni mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Selama kurang lebih tiga bulan, prosesnya diawasi ketat melalui mekanisme seleksi terbuka—mulai dari persetujuan BKN, pembentukan panitia seleksi (Pansel), rekomendasi Gubernur Kalimantan Utara, hingga terbitnya pertimbangan teknis BKN.

Sebagai penggerak utama birokrasi, seorang Sekda dituntut menjadi perpanjangan tangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang tidak mungkin mengawasi persoalan teknis secara mikroskopis di setiap instansi. Khairul menititikberatkan beberapa tugas utama yang kini berada di pundak Abdul Azis Hasan, di antaranya:

  • Mengoordinasikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar program harian berjalan selaras.
  • Memastikan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Tarakan Tahun 2025–2029 tercapai.
  • Menggenjot rapor reformasi birokrasi, Indeks Pelayanan Publik, hingga Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP).

Terpilihnya Abdul Azis Hasan bukanlah tanpa alasan. Jam terbangnya yang tinggi melintasi berbagai pos strategis menjadi modal kuat untuk menakhodai birokrasi Tarakan. Sebelum memegang jabatan Sekda, ia tercatat pernah menduduki sejumlah posisi krusial, antara lain sebagai Lurah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), hingga Inspektur Kota Tarakan.

“Beliau memiliki pengalaman panjang di pemerintahan. Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam memimpin birokrasi Kota Tarakan,” puji Wali Kota terkait rekam jejak Sekda yang baru dilantik tersebut.

Namun, di balik euforia pelantikan, ada sebuah tantangan besar yang langsung menanti. Khairul mengungkapkan bahwa dirinya telah memanggil Abdul Azis Hasan dua hari sebelum pelantikan untuk memberikan sebuah ‘misi khusus’.

Tidak tanggung-tanggung, ada delapan tugas khusus di luar tugas administratif rutin yang harus segera diselesaikan oleh Sekda baru ini. Tugas-tugas krusial tersebut difokuskan pada percepatan penyelesaian persoalan strategis pembangunan Tarakan, terutama di tengah tantangan keterbatasan kemampuan keuangan daerah saat ini.

“Tugas-tugas ini sangat krusial bagi masa depan Kota Tarakan dan diharapkan mampu mempercepat penyelesaian berbagai persoalan strategis yang ada,” pungkas Khairul menutup arahannya.