
BERANDANUSANTARA.CO.ID, TARAKAN — Kebiasaan menabung sejak dini ternyata menyimpan kekuatan yang luar biasa. Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., menegaskan bahwa menabung bagi pelajar bukanlah sekadar ajang mengumpulkan pundi-pundi rupiah, melainkan fondasi utama untuk membentuk karakter positif di masa depan.
Pesan inspiratif ini disampaikan Khairul dalam acara peringatan Hari Indonesia Menabung bagi Pelajar sekaligus Sosialisasi Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) yang digelar di halaman SMP Negeri 2 Tarakan, Rabu (26/8/2026). Menurutnya, dalam menabung, konsistensi jauh lebih bernilai dibandingkan seberapa besar nominal yang disetorkan oleh anak-anak.
“Tidak mesti besar. Yang penting banyak berkali-kali. Seribu sehari pun boleh. Gerakan ini sebenarnya bukan pada persoalan seberapa besar uangnya, tetapi membiasakan anak kita untuk membangun karakter disiplin sejak kecil,” tegas Khairul.
Lebih lanjut, Khairul menekankan bahwa karakter dasar seperti disiplin, hemat, rajin, jujur, hingga etos kerja yang tinggi sangat ideal ditanamkan pada usia sekolah. Melalui edukasi literasi keuangan, pelajar tidak hanya dibekali pemahaman pengelolaan uang, tetapi juga dilatih menjadi pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab atas masa depannya sendiri. Oleh karena itu, ia meminta peran aktif kepala sekolah dan dewan guru untuk turut menghidupkan ekosistem menabung di lingkungan pendidikan.
Sebagai bukti nyata bahwa nominal kecil bisa membawa dampak masif, Khairul memaparkan pencapaian luar biasa dari tabungan pelajar di BPD Kaltimtara. Saat ini, telah tercatat sekitar 25.000 akun rekening pelajar dengan total dana terkumpul menembus angka yang fantastis, yakni Rp35,8 miliar. Ia mengaku bangga karena uang seribu rupiah yang dikumpulkan secara konsisten oleh puluhan ribu anak ternyata mampu menjadi akumulasi dana yang sangat besar.
Menutup sambutannya, Wali Kota Tarakan memberikan gagasan inovatif dan ajakan strategis kepada seluruh instansi pemerintah maupun swasta. Ia mengimbau agar bentuk apresiasi atau hadiah perlombaan bagi anak-anak mulai diubah dari uang tunai menjadi saldo tabungan.
Langkah tersebut dinilai ampuh untuk memaksa anak terbiasa menyimpan uang dan merencanakan pengeluarannya dengan lebih matang. Dengan kolaborasi dari seluruh pihak, Khairul berharap Program KEJAR tidak hanya berhenti sebagai agenda formalitas, melainkan benar-benar menjelma menjadi gaya hidup dan kebiasaan baik yang melekat pada generasi muda di Kota Tarakan. (adv/hi)
