Kawasan Wisata Berkampung Jadi Penyumbang PAD Pariwisata Terbesar di Kota Tarakan

BERANDANUSANTARA.CO.ID, TARAKAN – Kawasan Wisata Berkampung saat ini tercatat sebagai penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar dari sektor retribusi pariwisata di Kota Tarakan. Tingginya antusiasme masyarakat dan pelaku usaha menjadikan kawasan ini sebagai salah satu motor penggerak perputaran ekonomi dan penyumbang pendapatan daerah yang signifikan.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata pada Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata Kota Tarakan, Muhammad Anas Hidayat, S.Stp., menjelaskan bahwa sistem penarikan retribusi di kawasan tersebut dibagi menjadi dua sektor utama agar pengelolaannya lebih terarah.

“Retribusi yang ditarik dari Kawasan Wisata Berkampung ini terbagi menjadi dua sektor utama, yakni dari sektor retribusi parkir dan sewa tempat wisata,” ungkap Anas saat ditemui di Gedung Gadis, Senin (14/09/26).

Lebih lanjut, Anas merinci pembagian kewenangan pengelolaan dari kedua sektor retribusi tersebut. Untuk sewa tempat, pengelolaannya ditangani langsung oleh Pemerintah Kota Tarakan melalui dinas terkait. Sektor sewa tempat ini mencakup penyewaan lahan yang diperuntukkan bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya untuk rombong kuliner, serta pemanfaatan lahan untuk area permainan anak dan hiburan.

Sementara itu, mekanisme berbeda diterapkan untuk sektor retribusi parkir. Pemerintah daerah memberdayakan masyarakat setempat dengan menyerahkan pengelolaan retribusi parkir kepada masing-masing Koordinator Lapangan (Korlap) yang bertugas di area Kawasan Wisata Berkampung.

Pendelegasian kepada pihak Korlap ini tidak hanya sebatas pada urusan penarikan retribusi parkir kendaraan pengunjung. Anas menegaskan bahwa para Korlap juga diberikan tanggung jawab penuh atas pemeliharaan fasilitas dan kenyamanan pengunjung.

“Pengelolaan retribusi parkir ini diserahkan kepada Korlap setempat. Namun, mereka juga memegang tanggung jawab atas kebersihan seluruh kawasan wisata dan juga memastikan operasional toilet umum berjalan dengan baik,” pungkas Anas.

Sinergi pengelolaan antara Pemerintah Kota Tarakan dan pihak Korlap ini diharapkan dapat terus menjaga kenyamanan pengunjung di Kawasan Wisata Berkampung, sekaligus mengoptimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah dari sektor pariwisata.(hi/adv)