
BERANDANUSANTARA.CO.ID, JAKARTA – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) bersama Asosiasi Biochar Indonesia Internasional (ABII) secara resmi menandatangani Agreement Implementasi Pengairan Berselang (Alternate Wetting and Drying/AWD) Pada Kamis (20/8/2026) sebagai langkah strategis dalam mendukung transformasi sektor pertanian Indonesia menuju sistem produksi yang lebih efisien, berkelanjutan, dan rendah emisi. Penandatanganan kesepakatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara organisasi petani dan lembaga yang berfokus pada pengembangan teknologi ramah lingkungan guna menjawab tantangan perubahan iklim dan ketahanan pangan nasional.
Kerja sama ini dilandasi oleh kesamaan visi untuk mendorong penerapan praktik budidaya pertanian yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Di tengah meningkatnya kebutuhan pangan dan tekanan terhadap sumber daya alam, inovasi menjadi kunci dalam menciptakan sistem pertanian yang adaptif dan berdaya saing. Oleh karena itu, implementasi teknologi Pengairan Berselang atau Alternate Wetting and Drying (AWD) dipandang sebagai salah satu solusi yang relevan dan efektif untuk diterapkan secara luas di Indonesia.
Metode AWD merupakan teknik pengelolaan air pada lahan sawah yang dilakukan dengan mengatur siklus penggenangan dan pengeringan secara terukur. Pendekatan ini memungkinkan penggunaan air yang lebih hemat dibandingkan sistem pengairan konvensional tanpa mengurangi hasil produksi tanaman. Selain meningkatkan efisiensi penggunaan air, teknologi AWD juga terbukti mampu menekan emisi gas metana yang selama ini menjadi salah satu sumber emisi gas rumah kaca dari sektor pertanian, khususnya budidaya padi.
Melalui kolaborasi ini, HKTI dan ABII berkomitmen untuk memperluas sosialisasi, edukasi, serta pendampingan kepada para petani dalam penerapan teknologi AWD di berbagai daerah. Program implementasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman petani terhadap praktik pertanian berkelanjutan, tetapi juga mendorong lahirnya model-model pertanian modern yang lebih ramah lingkungan dan efisien dalam pemanfaatan sumber daya.
Lebih jauh, kerja sama ini menjadi bagian dari kontribusi nyata sektor pertanian dalam mendukung target penurunan emisi nasional serta agenda pembangunan berkelanjutan. Dengan mengintegrasikan inovasi teknologi, pengelolaan sumber daya yang bijaksana, dan pemberdayaan petani, Indonesia memiliki peluang besar untuk mewujudkan sistem pertanian yang tangguh menghadapi perubahan iklim sekaligus mampu menjaga stabilitas produksi pangan nasional.
Penandatanganan Agreement Implementasi Pengairan Berselang (AWD) antara HKTI dan ABII diharapkan menjadi awal dari berbagai langkah kolaboratif yang lebih luas dalam membangun masa depan pertanian Indonesia yang hijau, produktif, dan berkelanjutan. Melalui semangat sinergi dan inovasi, kedua organisasi optimistis bahwa pertanian rendah emisi dapat menjadi gerakan bersama yang memberikan manfaat nyata bagi petani, lingkungan, dan generasi mendatang. (hkti)
