
BERANDANUSANTARA.CO.ID, TARAKAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan terus memperkuat komitmennya dalam menekan angka stunting guna menyongsong Generasi Emas 2045. Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., saat hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan Maternity Expo yang diselenggarakan di Puskesmas Gunung Lingkas, Tarakan, baru-baru ini. Di hadapan sekitar 100 ibu hamil yang menjadi peserta acara, orang nomor satu di Pemkot Tarakan ini menekankan bahwa langkah krusial untuk mencegah stunting harus dimulai sejak bayi masih berada di dalam kandungan.
“Kalau kita ingin menghasilkan generasi yang bagus, cerdas, hebat, dan unggul, semuanya harus dimulai dari proses kehamilan. Kalau anak sudah telanjur lahir dengan kondisi stunting, tidak banyak lagi yang bisa kita lakukan,” tegas Khairul dalam arahannya, Minggu (27/09/2026).
Ia mengingatkan masyarakat untuk mengambil pelajaran berharga dari masa pandemi COVID-19 pada kurun 2019–2020 lalu. Saat itu, terganggunya aktivitas Posyandu dan minimnya pemeriksaan kehamilan membuat angka stunting di Tarakan melonjak tajam hingga menyentuh angka 25 persen.
Beruntung, sinergi yang terus dibangun kini membuahkan hasil signifikan. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Tarakan berhasil ditekan hingga ke angka 12 persen. Bahkan, melalui pencatatan elektronik (e-PPGBM), angkanya jauh lebih rendah di kisaran 4 persen, dengan wilayah Gunung Lingkas sendiri mencatatkan angka 4,2 persen.
Meski tren menunjukkan grafik positif, Khairul mewanti-wanti para ibu hamil agar tidak lengah dan tidak menunda pemeriksaan hingga memasuki trimester akhir. Pemeriksaan kehamilan, kata dia, wajib dilakukan minimal enam kali dan sangat dianjurkan untuk rutin setiap bulan. Langkah ini sangat penting untuk mendeteksi risiko komplikasi dan hipertensi sejak dini, yang tidak hanya memicu stunting, tetapi juga mengancam keselamatan nyawa ibu dan bayi.
Menutup kegiatan tersebut, Wali Kota memberikan tantangan khusus kepada seluruh pihak yang terlibat. Khairul menegaskan bahwa kesuksesan Maternity Expo tidak boleh sekadar diukur dari kemeriahan acara pembukaannya saja.
“Bukan hanya seremoninya yang kita butuhkan, tetapi dampak nyatanya di lapangan. Kalau di wilayah ini terbukti zero kematian ibu, zero kematian bayi, dan tidak ada kasus stunting baru, barulah saya anggap acara ini berhasil,” pungkasnya. Ia turut memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi Puskesmas Gunung Lingkas, Pertamina Patra Niaga, BPJS Kesehatan, jajaran kecamatan dan kelurahan, hingga para kader Posyandu yang terus bergerak bersama demi masa depan anak-anak Tarakan.(HI/ADV)
