Tekan Kasus DBD, Puskesmas Sebengkok Gerakan Pasukan “JK 11” dan Edukasi 3M Plus

BERANDANUSANTARA.CO.ID, TARAKAN – Dalam menghadapi ancaman penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Sebengkok terus memperkuat upaya pencegahan di tingkat akar rumput. Salah satu strategi andalan yang secara konsisten digencarkan adalah dengan menggerakan kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) khusus yang dinamakan “JK 11”.

Kepala Puskesmas Sebengkok, dr. Putri Dian Vitasari, M.M., menjelaskan bahwa kader JK 11 ini merupakan ujung tombak Puskesmas dalam memutus mata rantai perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti pembawa virus mematikan tersebut.

“Untuk pencegahan DBD, kami memiliki kader pemantau jentik yang bernama JK 11. Mereka ini bertugas turun langsung memantau rumah-rumah warga setiap minggu,” jelas dr. Putri, Sabtu (03/10/2026).

Dalam setiap kunjungan rutinnya, tim JK 11 tidak hanya sekadar melakukan inspeksi visual pada tempat-tempat penampungan air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Para kader ini juga secara aktif membagikan bubuk Abate kepada warga untuk ditaburkan ke dalam bak mandi atau tandon air.

Meski demikian, dr. Putri memberikan penekanan penting bagi masyarakat terkait efektivitas pencegahan jangka panjang. Ia menegaskan bahwa masyarakat wajib mendisiplinkan langkah 3M Plus di lingkungan rumah masing-masing. Langkah inti 3M meliputi Menguras tempat penampungan air secara rutin, Menutup rapat-rapat tempat penampungan air, serta Mengubur atau mendaur ulang barang bekas.

Lebih lanjut, dr. Putri merinci bahwa langkah “Plus” sangat krusial sebagai perlindungan ganda yang difokuskan pada dua tindakan utama: mencegah gigitan nyamuk dan mencegah perkembangbiakannya.

“Untuk langkah ekstra mencegah gigitan nyamuk, warga diimbau rutin menggunakan losion atau semprotan anti nyamuk, memasang kawat kasa pada ventilasi dan jendela, menggunakan kelambu saat tidur, serta menghindari kebiasaan menggantung pakaian kotor di dalam rumah yang kerap menjadi tempat persembunyian nyamuk,” paparnya.

Sementara itu, untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk di luar penampungan air, warga diminta untuk rutin memperbaiki dan membersihkan saluran air (selokan) yang mampet, memelihara ikan pemakan jentik, hingga menanam tanaman pengusir nyamuk seperti serai wangi, zodia, atau lavender di sekitar area pekarangan.

Puskesmas Sebengkok berharap, melalui kombinasi pemantauan ketat oleh kader JK 11 dan kesadaran mandiri masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan melalui praktik 3M Plus, lonjakan kasus DBD di wilayah Tarakan dapat dicegah secara maksimal. Peran aktif dan gotong royong setiap rumah tangga mutlak diperlukan agar lingkungan tempat tinggal benar-benar bebas dari ancaman demam berdarah.