HomeEkonomiIHSG Ditutup Menguat ke Level 5.439 di Akhir Pekan, Simak Pergerakannya

IHSG Ditutup Menguat ke Level 5.439 di Akhir Pekan, Simak Pergerakannya

BERANDANUSANTARA.CO.ID, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengakhiri sesi perdagangan di zona hijau setelah menguat 51,35 poin atau 0,95 persen ke level 5.439,26 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, akibat aksi beli selektif yang dilakukan investor domestik maupun asing untuk merespons dinamika pasar keuangan global, Kamis (23/10/2026).

Pergerakan positif di lantai bursa tersebut didukung oleh tingginya aktivitas transaksi harian yang mencerminkan likuiditas pasar terjaga dengan baik menjelang akhir pekan. Investor terpantau melakukan akumulasi pada sejumlah saham berkapitalisasi besar serta saham lapis kedua yang mendongkrak perolehan indeks secara keseluruhan. Sejalan dengan penguatan IHSG, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turut mencatatkan kenaikan sebesar 0,46 persen ke posisi 547,05.

Berdasarkan data perdagangan, total nilai transaksi yang dicatatkan para pelaku pasar mencapai Rp15,33 triliun dengan volume perdagangan menyentuh 43,53 miliar lembar saham. Frekuensi transaksi yang terjadi di lantai bursa tercatat sebanyak 1,81 juta kali, menunjukkan antusiasme yang tinggi dari para pelaku pasar untuk memanfaatkan momentum penguatan harga saham.

Penguatan IHSG didorong oleh aksi beli yang merata di berbagai sektor, memberikan angin segar bagi para pelaku pasar modal.

Analis pasar modal menilai bahwa pergerakan bursa domestik pada hari itu menunjukkan ketahanan yang cukup baik di tengah fluktuasi mata uang regional. “Kenaikan ini membuktikan bahwa fondasi pasar kita masih cukup kuat dalam menghadapi tekanan eksternal,” ujar Reza Priyatma, seorang pengamat pasar modal senior, Kamis (23/10/2026).

Sementara itu, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terpantau mengalami koreksi tipis pada penutupan perdagangan sore hari. Mata uang Garuda berada di posisi Rp18.037,8 per dolar AS, melemah sekitar 0,10 persen jika dibandingkan dengan level pembukaan pagi hari yang berada di Rp18.020,6 per dolar AS.

Sejumlah saham mencatatkan lonjakan harga yang signifikan dan memimpin jajaran top gainers, di antaranya saham PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) yang melesat 33,33 persen ke level 36, serta PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) yang menguat 25,00 persen ke posisi 380. Di sisi lain, deretan top value didominasi oleh saham-saham perbankan besar seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan nilai transaksi mencapai Rp2,46 triliun.

Di kawasan regional Asia, bursa utama menunjukkan pergerakan yang bervariasi sepanjang sesi perdagangan. Indeks Nikkei 225 di Jepang tercatat melemah 0,25 persen ke level 62.752, sementara Indeks Hang Seng di Hong Kong menguat 0,69 persen ke posisi 23.093,37. Kinerja positif juga dicatatkan oleh Indeks SSE Composite di China yang naik 0,90 persen ke 3.690,48 dan Indeks Straits Times di Singapura yang bertambah 0,12 persen ke 5.421,89.

Menanggapi dinamika pasar yang terus bergerak dinamis, kalangan pelaku industri keuangan mengingatkan agar para investor tetap menjaga strategi diversifikasi portofolio. “Kami menyarankan investor untuk tetap fokus pada saham-saham berfundamental kuat guna meminimalkan risiko volatilitas jangka pendek,” kata William Surya Wijaya, kepala riset pasar modal, Kamis (23/10/2026).

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments

error: Content is protected !!