Waspada Ancaman Cyberbullying, DP3A Tarakan Gencarkan Sosialisasi Langsung ke Sekolah


BERANDANUSANTARA.CO.ID, TARAKAN – Kasus kekerasan pada anak kini tidak lagi sebatas kekerasan fisik, melainkan telah merambah secara masif ke bentuk kekerasan verbal dan digital. Merespons ancaman tersebut, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Tarakan secara proaktif menggencarkan langkah pencegahan dengan melaksanakan sosialisasi langsung ke sekolah-sekolah.

Kepala Bidang DP3A Kota Tarakan, dr. Jumiati, saat ditemui di ruang kerjanya memaparkan bahwa perundungan atau bullying telah masuk ke dalam kategori kekerasan pada anak, namun wujudnya dominan pada aspek non-fisik. “Perundungan termasuk dalam kategori kekerasan pada anak, hanya saja bentuknya berupa kekerasan non-fisik atau kekerasan verbal,” jelas dr. Jumiati, Senin (28/09/26).

Ia menambahkan bahwa bentuk kekerasan ini kini semakin bervariasi mengikuti perkembangan teknologi. “Kekerasan verbal tersebut dapat berupa perundungan secara langsung maupun melalui perundungan siber (cyberbullying) di dunia digital,” terangnya. Menyadari bahwa interaksi pelajar saat ini sangat erat kaitannya dengan gawai dan dunia maya, potensi terjadinya perundungan digital menjadi celah yang harus segera diantisipasi.

Sebagai bentuk intervensi dan langkah preventif, DP3A Kota Tarakan tidak tinggal diam dan terus menjangkau lembaga pendidikan. “Kami juga melaksanakan sosialisasi ke sekolah-sekolah mengenai langkah-langkah pencegahan perundungan ini,” ungkap dr. Jumiati. Sosialisasi ini menyasar siswa dan ekosistem pendidikan untuk memberikan pemahaman mengenai batasan-batasan interaksi sosial, baik di dunia nyata maupun di media sosial.

Melalui langkah jemput bola dengan mendatangi sekolah-sekolah, DP3A Tarakan berharap dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman bagi anak-anak. Edukasi ini ditujukan agar para siswa semakin bijak dalam menggunakan teknologi digital dan memahami dampak destruktif dari kekerasan verbal maupun cyberbullying terhadap kesehatan mental korban. (HI/ADV)