Kawal Program MBG, Puskesmas Sebengkok Perketat Pengawasan Sanitasi Dapur SPPG

BERANDANUSANTARA.CO.ID, TARAKAN – Dalam upaya menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus memastikan sajian tersebut sepenuhnya aman dikonsumsi, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Sebengkok terus memperketat pengawasan sanitasi dapur pengolahan. Pengawasan intensif ini dilakukan oleh tim Kesehatan Lingkungan (Kesling) dengan menyasar langsung Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG).

Kepala Puskesmas Sebengkok, dr. Putri Dian Vitasari, M.M., menegaskan bahwa kebersihan di dapur SPPG memerlukan standar pengawasan tingkat tinggi karena memproduksi makanan secara massal untuk program MBG.  

“Untuk SPPG atau tempat yang memasak dalam porsi banyak, kami sangat memperhatikan sanitasi pembuatannya,” ujar dr. Putri, Kamis (10/01/2026).

Dalam inspeksi dan pembinaannya di SPPG, pihak Puskesmas mewajibkan kedisiplinan penuh dari para petugas pengolah makanan dalam menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Kelengkapan APD yang wajib dipakai selama proses pengolahan makanan bergizi tersebut meliputi sarung tangan, masker, serta penutup kepala (hairnet). Langkah preventif ini tidak bisa ditawar guna memastikan makanan tetap higienis dan bebas dari kontaminasi silang.  

Selain menegakkan standar pakaian pelindung, dr. Putri juga memberlakukan aturan ketat terkait kondisi kesehatan fisik para pekerja dapur SPPG. Puskesmas melarang keras petugas pengolah makanan yang sedang mengalami gangguan kesehatan, seperti batuk atau pilek, untuk ikut memproduksi menu MBG.  

“Bagi petugas yang sakit, kami tegaskan sebaiknya tidak mengolah makanan terlebih dahulu. Silakan berobat dan beristirahat. Ini penting untuk mencegah adanya paparan kuman atau droplet yang bisa jatuh ke makanan dan akhirnya menularkan penyakit,” tegas dr. Putri.  

Sebagai bentuk pengawalan jangka panjang terhadap mutu program Makan Bergizi Gratis ini, Puskesmas Sebengkok juga memfasilitasi pemeriksaan kesehatan (skrining) rutin bagi para petugas SPPG. Sinergi ketat ini diharapkan dapat mengawal kualitas asupan gizi yang diproduksi, sekaligus menjamin kelayakan pangan sebelum didistribusikan ke masyarakat.