
BERANDANUSANTARA.CO.ID, TARAKAN — Dalam upaya menekan angka stunting di Kota Tarakan, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Sebengkok memfokuskan program pencegahan secara dini melalui intervensi 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Fokus utama program ini adalah memantau secara ketat kesehatan ibu sejak masa kehamilan.
Kepala Puskesmas Sebengkok, dr. Putri Dian Vitasari, M.M. menyampaikan bahwa stunting itu pencegahannya dimulai saat dari hamil. Seribu hari pertama itu dihitung sejak bayi berbentuk janin, maka intervensi berfokus pada ibu hamil.
Lebih lanjut, ia menekankan bahaya bayi lahir dengan berat badan rendah sebagai salah satu pemicu utama stunting. “Ibu hamil harus kita jaga kecukupan gizi dan kondisinya supaya optimal. Tujuannya agar pada saat persalinan, tidak melahirkan bayi yang berat lahirnya rendah, karena kondisi itu sangat berisiko ke arah stunting,”, ungkap dr. Putri Dian saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (01/10/2026).
Untuk memastikan tidak ada ibu hamil yang tertinggal dari pantauan fasilitas kesehatan, Puskesmas Sebengkok mengambil kebijakan progresif dengan membuka akses layanan gratis bagi seluruh peserta BPJS Kesehatan tanpa batasan wilayah domisili pasien.
“Kadang orang takut, kalau BPJS-nya bukan di Puskesmas Sebengkok nanti disuruh bayar. Khusus pelayanan ibu hamil ini, kita buka semua aksesnya. Kita terima semua peserta BPJS Kesehatan agar pelayanan kepada ibu hamil bisa semaksimal mungkin dan tanpa dipungut biaya,” tegas dr. Putri menepis keraguan masyarakat.
Layanan paripurna yang diberikan terbilang sangat komprehensif, mencakup kelengkapan cek medis hingga USG. “Pemeriksaan ibu hamil sekarang kita usahakan sampai delapan kali pemeriksaan rutin. Kemudian di Puskesmas Sebengkok kita juga melayani USG gratis sebanyak dua kali yang di-cover oleh BPJS,” jelasnya merinci fasilitas yang tersedia.
Sementara itu, bagi ibu hamil dengan kondisi khusus yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan, Puskesmas menghadirkan program jemput bola berupa layanan home care.
“Bagi ibu hamil yang kita dapati berisiko tinggi (Bumil Resti), misalnya tensinya tinggi, usianya mungkin terlalu tua, atau kurang gizi, itu akan kita lakukan home care (kunjungan rumah) oleh petugas kami,” papar dr. Putri terkait inovasi pelayanannya.
Tidak hanya berfokus pada layanan medis di dalam gedung, Puskesmas Sebengkok juga memastikan intervensi di tingkat masyarakat berjalan lancar melalui regenerasi dan pembinaan Kader Posyandu.
“Pembinaan kader Posyandu itu rutin dilakukan oleh penanggung jawab kami. Walau kadang ada kader yang mengundurkan diri, alhamdulillah koordinasi kita dengan kelurahan cukup baik sehingga langsung dicarikan penggantinya agar tidak sempat terjadi kekosongan kader,” pungkas dr. Putri menutup wawancara.
