BERANDANUSANTARA.CO.ID, JAKARTA SELATAN — Pembalap nasional Sean Gelael bersama aktris Hana Malasan menggelar sesi pemotretan pranikah atau prewedding dengan konsep unik berlatar belakang lorong supermarket di Jakarta Selatan pada 21/10/2026, yang memadukan busana pengantin adat Sunda formal dan suasana belanja sehari-hari untuk menghadirkan narasi visual yang autentik dan personal.
Keputusan pasangan yang melangsungkan lamaran pada 15/08/2026 ini untuk memilih Gelael Supermarket sebagai lokasi pemotretan langsung mencuri perhatian publik di media sosial sejak foto-foto tersebut dibagikan. Alih-alih menggunakan studio foto mewah atau destinasi alam terbuka yang konvensional, keduanya tampil serasi di antara rak produk kebutuhan harian, troli belanja, hingga lemari pendingin demi menciptakan kesan yang santai namun tetap elegan.
Hana Malasan tampil memesona mengenakan kebaya brokat panjang berwarna putih dengan detail payet perak yang berkilauan rancangan Maison Baaz Nusantara. Potongan busana tersebut berpadu kontras secara estetis dengan latar belakang deretan produk komersial, membuktikan bahwa pakaian tradisional dapat beradaptasi dengan berbagai konsep visual yang tidak biasa.
Penghias kepala berupa siger Sunda berwarna perak dipadukan dengan kembang goyang serta untaian ronce bunga melati yang menjuntai hingga ke dada semakin memperkuat nuansa sakral. Untuk melengkapi tampilannya, Hana memilih riasan wajah dengan teknik soft glam yang menonjolkan pulasan blush on berwarna peach serta lipstik nude terracotta berkesan natural.
Konsep pemotretan pranikah memadukan busana pengantin tradisional Sunda dengan latar belakang aktivitas ritel harian di supermarket modern.
Di sisi lain, Sean Gelael tampil gagah mendampingi calon istrinya dalam balutan busana beskap putih modern berkerah Shanghai yang dipadukan dengan celana panjang senada. Penampilan maskulin tersebut disempurnakan dengan sepatu pantofel kulit hitam, sementara rambut sebahu miliknya dibiarkan terurai alami untuk mempertahankan kesan kasual.
Interaksi natural di antara keduanya terlihat jelas dalam berbagai pose, mulai dari mendorong troli belanja, memilih produk makanan beku, hingga berpose jenaka menggunakan kemasan kerupuk ukuran besar sebagai properti tambahan. Kolaborasi elemen mode tingkat tinggi dan latar tempat yang membumi ini berhasil mendobrak tren dokumentasi pernikahan arus utama di Indonesia.
“Pemilihan lokasi ini tidak hanya sekadar mencari keunikan visual, tetapi juga merefleksikan kedekatan personal dan cerita sehari-hari yang kami jalani bersama,”
— Hana Malasan
Kehadiran konsep kreatif ini mendapat sambutan positif dari para pengamat mode serta warganet yang menilai pendekatan tersebut memberikan angin segar bagi industri kreatif pernikahan lokal. Personalisasi dan keaslian cerita dinilai menjadi elemen yang jauh lebih bermakna dibandingkan sekadar mengejar kemewahan artifisial semata dalam mengabadikan momen penting sebelum pernikahan.
“Kami ingin merayakan momen ini dengan cara yang paling merepresentasikan kepribadian kami yang santai namun tetap menghargai akar budaya leluhur,”
— Sean Gelael
Rangkaian potret pranikah ini sekaligus memperlihatkan bagaimana tradisi busana Nusantara dapat dikemas secara relevan dengan dinamika kehidupan kaum urban modern. Publik kini terus menantikan kelanjutan dari persiapan menuju hari bahagia pasangan pesohor tersebut setelah rangkaian dokumentasi unik ini sukses menjadi perbincangan hangat.
