BERANDANUSANTARA.CO.ID, KEDIRI — Persik Kediri sukses mengamankan tiga poin krusial setelah menaklukkan PSS Sleman dengan skor 2-1 dalam lanjutan kompetisi Super League 2026/2027 yang berlangsung di Stadion Brawijaya, Kediri, pada Kamis (22/10/2026). Kemenangan Macan Putih ditentukan lewat brace atau dua gol yang dicetak oleh penyerang andalan mereka, Ernesto Gomez, yang membuat tim tamu, Super Elang Jawa, harus pulang dengan tangan hampa setelah gagal meredam intensitas serangan tuan rumah sepanjang 90 menit pertandingan.
Pertandingan berjalan dengan tensi tinggi sejak peluit babak pertama dibunyikan. Persik yang bermain di hadapan pendukungnya sendiri langsung mengambil inisiatif serangan. Ernesto Gomez menjadi momok menakutkan bagi lini pertahanan PSS Sleman melalui pergerakannya yang taktis di kotak penalti. Gol pertama lahir dari skema serangan balik cepat yang mampu dikonversi dengan tenang oleh sang striker, memberikan keunggulan awal bagi tuan rumah yang membakar semangat para suporter di stadion.
Kemenangan tipis 2-1 ini menjadi bukti ketajaman Ernesto Gomez yang menyumbang dua gol penentu bagi skuad Macan Putih.
Memasuki babak kedua, PSS Sleman mencoba bangkit dan sempat menekan pertahanan Persik. Upaya keras tim asuhan pelatih tamu membuahkan sebuah gol melalui aksi Gustavo Tocantins. Namun, drama terjadi ketika wasit memutuskan untuk meninjau tayangan Video Assistant Referee (VAR). Setelah melalui pengamatan yang cukup lama, gol tersebut akhirnya dianulir karena posisi pemain berada dalam kondisi offside sebelum bola bersarang di gawang Persik. Keputusan ini menjadi titik balik yang melemahkan mentalitas pemain PSS Sleman di menit-menit krusial.
“Kami bermain dengan disiplin tinggi dan berhasil mengeksekusi rencana permainan dengan baik, terutama di momen-momen saat lawan mencoba mendominasi lini tengah.”
— Ernesto Gomez
Kondisi PSS Sleman sendiri memang tengah berada dalam tekanan besar di awal musim 2026/2027. Sebelum laga ini, mereka tercatat menelan tiga kekalahan beruntun yang membuat posisi mereka di klasemen sementara Super League kian terpuruk. Rentetan hasil buruk ini juga diperparah dengan sanksi denda sebesar Rp 30 juta dari Komite Disiplin PSSI akibat insiden pelemparan botol oleh oknum suporter pada pertandingan sebelumnya. Pelatih PSS Sleman mengakui bahwa timnya harus segera melakukan evaluasi menyeluruh untuk memutus tren negatif tersebut.
“Kami sadar hasil ini sangat mengecewakan bagi pendukung kami. Kami menciptakan banyak peluang, namun efektivitas di depan gawang menjadi masalah utama yang harus segera diperbaiki sebelum pertandingan berikutnya,” ujar perwakilan staf pelatih PSS Sleman usai pertandingan.
Hasil ini semakin memperdalam krisis bagi PSS Sleman yang hingga pekan ini masih berjuang keras untuk keluar dari papan bawah klasemen sementara.
Bagi Persik Kediri, kemenangan ini menjadi suntikan moral yang sangat berharga untuk menanjak ke posisi yang lebih baik di tabel klasemen. Konsistensi permainan yang ditunjukkan oleh anak asuh pelatih Persik sepanjang laga menunjukkan bahwa mereka menjadi salah satu penantang serius di musim ini. Meski sempat tertekan oleh upaya balasan dari tim tamu, soliditas lini belakang Macan Putih mampu menjaga keunggulan hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.
- Ernesto Gomez mencetak dua gol kemenangan bagi Persik Kediri.
- Gol PSS Sleman melalui Gustavo Tocantins dianulir oleh wasit setelah pengecekan VAR.
- PSS Sleman melanjutkan tren negatif dengan kekalahan beruntun di awal musim Super League 2026/2027.
Ke depan, PSS Sleman dipastikan memiliki waktu yang sangat sempit untuk berbenah. Manajemen klub hanya memberikan jatah libur singkat selama dua hari kepada para pemain di jeda kompetisi kali ini. Tekanan untuk meraih poin penuh pada pertandingan selanjutnya menjadi harga mati bagi skuad Super Elja agar tidak semakin tertinggal dalam persaingan ketat di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim ini.
Sementara itu, Persik Kediri akan segera fokus untuk mempersiapkan laga tandang mereka. Kemenangan atas PSS Sleman tidak hanya memberikan poin, tetapi juga mengembalikan kepercayaan diri tim yang sempat goyah di beberapa pertandingan awal. Fokus utama tim kini beralih pada pemulihan kondisi fisik pemain agar tetap prima menghadapi jadwal padat yang telah menanti dalam beberapa pekan ke depan.
