BERANDANUSANTARA.CO.ID, BARITO KUALA — Duka mendalam menyelimuti kalangan relawan pemadam kebakaran di Kalimantan Selatan setelah seorang anggota dilaporkan meninggal dunia akibat sesak napas usai berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Insiden tragis ini menambah panjang daftar risiko berat yang harus dihadapi oleh para petugas di garis depan penanganan bencana lingkungan.
Korban diidentifikasi bernama Nordin, seorang relawan berusia 51 tahun yang sehari-hari bertugas di satuan pemadam kebakaran Sarimi Kayu Bulan Banjarmasin. Almarhum menghembuskan napas terakhirnya di tengah operasi pemadaman yang intensif di kawasan Simpang Empat Handil Bakti, Kabupaten Barito Kuala.
Peristiwa bermula ketika wilayah tersebut dilanda kebakaran lahan yang meluas secara signifikan dan mendekati kawasan pemukiman warga serta fasilitas umum. Para petugas gabungan bersama relawan telah bekerja selama berhari-hari untuk melokalisasi titik api yang terus membesar akibat cuaca kering dan tiupan angin kencang.
Kronologi Kejadian di Lapangan
Di tengah lebatnya kepulan asap pekat yang menyelimuti lokasi kejadian, almarhum sempat mengeluhkan gangguan kesehatan berupa nyeri dada yang hebat kepada rekan sesama tim. Kelelahan fisik yang ekstrem setelah berjam-jam menghirup udara tercemar diduga menjadi pemicu utama dropnya kondisi kesehatan korban di lapangan.
Rekan-rekan sesama tim sempat berupaya memberikan pertolongan pertama sebelum akhirnya melarikan korban mendapatkan perawatan medis lebih lanjut. Namun, nyawa relawan senior tersebut tidak berhasil diselamatkan setelah mendapatkan penanganan darurat akibat komplikasi pernapasan yang dialaminya.
Risiko kesehatan bagi petugas pemadam kebakaran di lapangan semakin meningkat seiring tingginya intensitas titik api di berbagai wilayah.
Dampak Luas Karhutla di Kalimantan Selatan
Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Handil Bakti dan sekitarnya memang menunjukkan eskalasi yang mengkhawatirkan dalam beberapa pekan terakhir. Kobaran api bahkan sempat mendekati area kampus Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) MAB serta sejumlah perumahan penduduk di sekitarnya.
Pemerintah daerah bersama berbagai elemen masyarakat dan partai politik turut menurunkan armada bantuan, termasuk truk tangki berkapasitas besar untuk menyuplai air. Tim terpadu berupaya keras mencegah agar api tidak merembes lebih luas ke permukiman padat penduduk.
Intensitas pemadaman yang tinggi selama berbulan-bulan ini memberikan tekanan fisik yang luar biasa bagi para petugas dan relawan di lapangan. Sejumlah laporan sebelumnya juga mencatat adanya relawan lain yang mengalami kelelahan hingga sesak napas akibat terpapar kabut asap pekat.
Langkah Antisipasi Kesehatan
Menanggapi tingginya risiko kesehatan yang mengancam para petugas lapangan, Dinas Kesehatan dan instansi terkait mulai memperketat pengawasan medis. Layanan pemeriksaan kesehatan gratis serta posko siaga kesehatan didirikan untuk memantau kondisi fisik para relawan secara berkala.
Pemeriksaan kesehatan ini dinilai krusial mengingat durasi penanganan karhutla yang telah memakan waktu hingga dua bulan di beberapa wilayah Kalimantan Selatan. Langkah tersebut diharapkan dapat mendeteksi secara dini gejala kelelahan ekstrem atau gangguan pernapasan sebelum berakibat fatal bagi para petugas.
Kepergian Nordin meninggalkan duka yang mendalam tidak hanya bagi keluarga dan rekan sesama relawan, tetapi juga masyarakat luas. Pengabdian tanpa pamrih para relawan di tengah kepungan asap dan jilatan api menjadi bukti nyata dedikasi kemanusiaan yang tinggi dalam penanggulangan bencana.
