HomeHukumModus Licik Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut: Kapal Tanker Sengaja Matikan...

Modus Licik Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut: Kapal Tanker Sengaja Matikan Sinyal

BERANDANUSANTARA.CO.ID, MEDAN — Kepala Polri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto memimpin pengungkapan kasus penyelundupan narkotika internasional berskala besar dengan menyita 1,16 ton ketamin hidroklorida (HCl) dari kapal tanker MT Global 168 di perairan Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara, Jumat (23/10/2026). Operasi gabungan yang melibatkan Bareskrim Polri, BNN, Bea Cukai, serta Ditpolair Baharkam Polri ini berhasil menggagalkan distribusi zat berbahaya yang ditaksir bernilai Rp 3,48 triliun, sekaligus menyelamatkan sekitar 5,8 juta jiwa dari potensi penyalahgunaan narkoba.

Aparat penegak hukum melakukan pencegatan terhadap kapal tersebut setelah memantau pergerakan mencurigakan sejak Agustus 2026. Modus operandi yang digunakan sindikat ini tergolong canggih, di mana kapal tersebut sengaja mematikan sistem pelacak otomatis atau Automatic Identification System (AIS) selama tiga hari 17 jam saat melintasi wilayah perairan Indonesia. Selain itu, kapal berbendera Mongolia yang terdaftar atas nama perusahaan Makmur Marine Petroleum di Malaysia tersebut diduga berulang kali mengganti nama untuk mengelabui radar otoritas keamanan.

“Barang bukti yang disita hari ini bukan sekadar angka pencapaian, melainkan potensi penyelamatan jutaan jiwa generasi muda bangsa,” ujar Suyudi Ario Seto dalam konferensi pers di Pelabuhan Bandar Deli, Medan.

Dalam pemeriksaan mendalam di atas kapal, petugas menemukan 58 karung berisi ketamin yang disembunyikan di ruang pompa kapal. Sebanyak delapan orang awak kapal diamankan, yang terdiri dari tujuh warga negara Indonesia dan satu warga negara Taiwan berinisial YCY (42). Saat ini, penyidik telah menetapkan YCY sebagai tersangka utama, sementara tujuh awak lainnya masih menjalani pemeriksaan intensif sebagai saksi untuk mengungkap rantai pasokan jaringan narkoba transnasional tersebut.

Strategi yang digunakan para pelaku mencakup metode ship-to-ship atau pemindahan muatan di tengah laut guna menghindari deteksi patroli rutin. Kapolri menegaskan bahwa Polri akan terus memperketat pengawasan di jalur pantai timur Sumatera dengan mengintegrasikan teknologi pemantauan jarak jauh dan patroli laut yang lebih masif. Sinergi lintas instansi ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memutus jalur logistik narkoba yang kerap memanfaatkan celah di wilayah perairan yang luas.

  • Penyitaan 1,16 ton ketamin hidroklorida di perairan Sumatera Utara.
  • Penangkapan melibatkan kapal tanker MT Global 168 yang sempat mematikan sinyal AIS.
  • Seorang warga negara Taiwan ditetapkan sebagai tersangka utama dalam operasi ini.

Kapolri juga menyoroti pentingnya peran serta masyarakat dalam memberikan informasi terkait aktivitas bongkar muat yang tidak wajar di area pesisir. Partisipasi publik dianggap sebagai sistem peringatan dini yang krusial untuk mendeteksi pergerakan sindikat yang terus berupaya mencari celah masuk ke wilayah hukum Indonesia.

“Pemberantasan narkoba tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan kerja sama seluruh pihak agar peredaran narkotika dapat dicegah dan ruang gerak bandar semakin terbatas,” tambah Suyudi.

Operasi gabungan berhasil mengamankan barang bukti ketamin dengan total berat 1,16 ton yang memiliki nilai estimasi pasar mencapai Rp 3,48 triliun.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus mendalami struktur organisasi di balik penyelundupan ini, termasuk menelusuri siapa penyandang dana dan pihak penerima barang di daratan. Polri berkomitmen untuk memproses kasus ini secara transparan dan tegas, sesuai dengan undang-undang narkotika yang berlaku, guna memastikan efek jera bagi para pelaku kejahatan transnasional yang mengancam kedaulatan negara.

Ketamin merupakan zat psikotropika golongan III yang secara medis digunakan sebagai obat bius, namun penyalahgunaannya di pasar gelap sangat berbahaya bagi sistem saraf pusat.

Langkah penegakan hukum ini merupakan bagian dari agenda prioritas kepolisian dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba. Dengan meningkatnya intensitas pengawasan dan penggunaan teknologi intelijen maritim yang lebih modern, Polri berupaya menutup celah bagi kapal-kapal asing yang mencoba menjadikan perairan Indonesia sebagai jalur distribusi ilegal. Upaya evaluasi strategi pengamanan akan terus dilakukan sebagai respons terhadap modus kejahatan yang semakin dinamis dan kompleks.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments

error: Content is protected !!