HomeBeritaWaspada Penipuan! Begini Cara Mudah Kenali Uang Palsu dengan Metode 3D

Waspada Penipuan! Begini Cara Mudah Kenali Uang Palsu dengan Metode 3D

BERANDANUSANTARA.CO.ID, JAKARTA — Bank Indonesia kembali mengintensifkan sosialisasi metode 3D sebagai langkah preventif bagi masyarakat dalam mengenali ciri fisik uang rupiah asli guna mengantisipasi ancaman peredaran uang tiruan yang kerap menyasar transaksi tunai harian, Minggu (08/11/2026).

Peredaran uang palsu di tengah masyarakat masih menjadi ancaman laten yang dapat merugikan perekonomian warga serta mengganggu stabilitas sistem pembayaran nasional. Berbagai modus kejahatan pemalsuan uang terus bermunculan seiring dengan perkembangan teknologi percetakan yang semakin canggih, terutama pada saat volume transaksi tunai meningkat di pasar tradisional maupun pusat perbelanjaan.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, bank sentral memperkenalkan pendekatan praktis yang dapat dilakukan oleh siapa saja tanpa memerlukan alat bantu khusus. Metode verifikasi mandiri ini dirancang secara sistematis agar masyarakat dapat memeriksa keabsahan lembaran uang kertas dalam hitungan detik melalui panca indra.

Penerapan metode 3D menjadi garda terdepan perlindungan konsumen dalam mengantisipasi peredaran uang palsu di lingkungan sekitar.

Langkah pertama dalam pendekatan ini adalah dilihat, di mana masyarakat diajak untuk mengamati secara teliti bagian visual dari uang rupiah. Pada tahap ini, pengamat dapat melihat perubahan warna pada benang pengaman, gambar tersembunyi, serta ketajaman cetakan yang sulit ditiru oleh mesin pencetak konvensional.

Langkah kedua adalah diraba, yang memanfaatkan kepekaan indra peraba pada ujung jari untuk mendeteksi tekstur permukaan uang. Uang rupiah asli dicetak menggunakan teknik khusus yang menghasilkan permukaan kasar dan menonjol pada lambang negara Garuda Pancasila, angka nominal, serta frasa Bank Indonesia.

Langkah ketiga adalah diterawang, yaitu dengan cara mengangkat lembar uang kertas ke arah sumber cahaya yang cukup terang untuk melihat tanda air atau watermark berupa gambar pahlawan nasional serta logo Bank Indonesia.

“Masyarakat diimbau untuk selalu menerapkan metode 3D secara konsisten guna meminimalisir risiko peredaran uang palsu di lingkungan sekitar,” ujar pejabat berwenang dalam keterangan resminya.

Selain mengenali ciri fisik, masyarakat juga perlu memahami langkah antisipasi apabila mendapati uang yang diragukan keasliannya. Kewaspadaan harus ditingkatkan terutama saat bertransaksi di tempat umum yang ramai atau pada jam-jam sibuk.

“Partisipasi aktif dari masyarakat dalam melaporkan temuan uang palsu sangat membantu aparat penegak hukum dalam memutus rantai sindikat pemalsuan uang yang merugikan negara,” tambahnya.

  • Dilihat untuk mengamati perubahan warna benang pengaman dan visual.
  • Diraba untuk merasakan tekstur kasar pada bagian cetakan timbul.
  • Diterawang untuk melihat tanda air pahlawan nasional di bawah cahaya.

Apabila menemukan indikasi uang palsu, warga diminta untuk tidak mengedarkannya kembali karena tindakan tersebut merupakan pelanggaran hukum yang diatur dalam undang-undang. Langkah bijak yang harus diambil adalah menolak uang tersebut atau segera melaporkannya kepada pihak berwenang.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments

error: Content is protected !!