BERANDANUSANTARA.CO.ID, JAKARTA — PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) secara resmi menegaskan komitmen jangka panjangnya untuk memperkuat kesiapan kerja generasi muda Indonesia melalui penyelenggaraan program BUMA School tahun ajaran 2025/2026, yang dirancang untuk menjembatani kesenjangan kompetensi antara dunia pendidikan vokasi dan kebutuhan nyata industri pertambangan, Rabu (28/10/2026).
Inisiatif strategis ini dihadirkan untuk menjawab tantangan tingginya persaingan di sektor industri pertambangan modern yang menuntut standar keselamatan dan efisiensi operasional yang sangat ketat. Melalui kolaborasi erat dengan berbagai sekolah menengah kejuruan, perusahaan kontraktor penambangan batu bara terkemuka ini berupaya membekali para siswa dengan keahlian teknis serta kedisiplinan tingkat tinggi agar mampu langsung terserap di dunia kerja profesional.
BUMA School mengintegrasikan kurikulum teori dan praktik lapangan untuk mencetak tenaga kerja lokal yang kompeten.
Direktur Utama BUMA Dian Sofia Andyasuri menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari investasi berkelanjutan perusahaan dalam membangun kualitas sumber daya manusia di sekitar wilayah operasional. Menurutnya, kompetensi teknis saja tidak cukup tanpa diimbangi oleh kedisiplinan dan pemahaman mendalam mengenai standar operasional kerja.
“BUMA School merupakan bagian dari komitmen jangka panjang BUMA dalam menyiapkan generasi muda agar lebih siap memasuki dunia kerja.”
— Dian Sofia Andyasuri
Dalam pelaksanaannya, program ini melibatkan ratusan peserta didik dari berbagai daerah untuk mengikuti serangkaian pelatihan intensif, mulai dari pengenalan unit alat berat hingga simulasi kerja di lapangan. Para peserta mendapatkan pembinaan langsung dari para praktisi berpengalaman guna memahami standar Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan Hidup (K3LH).
“Dengan pengalaman BUMA selama lebih dari dua dekade di industri pertambangan, kami memahami bahwa kesiapan kerja tidak hanya ditentukan oleh kompetensi teknis, tetapi juga disiplin, kemampuan kerja sama, dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan.”
— Dian Sofia Andyasuri
Kehadiran program vokasi ini diharapkan mampu menekan angka pengangguran terdidik sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat di sekitar wilayah kerja perusahaan. Melalui pembinaan yang terukur, BUMA optimistis dapat terus melahirkan tenaga kerja lokal yang memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional.
