BERANDANUSANTARA.CO.ID, PALANGKA RAYA — Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Pangan memperketat langkah mitigasi guna mengantisipasi ancaman anomali iklim El Nino yang berpotensi menekan produksi beras nasional dengan mengawal ketat delapan hingga sepuluh provinsi sentra padi melalui pompanisasi dan irigasi perpipaan, Jumat (30/10/2026).
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq menjelaskan bahwa langkah pengamanan sektor hulu pertanian ini dilakukan secara intensif di berbagai wilayah lumbung pangan demi memastikan ketersediaan cadangan beras tetap aman. Pemerintah menyadari bahwa sektor pertanian sangat rentan terhadap perubahan iklim global, sehingga intervensi teknis di lapangan menjadi sebuah keharusan yang mendesak.
Pemerintah mengawal ketat delapan hingga sepuluh provinsi utama penghasil padi untuk menekan dampak buruk cuaca ekstrem.
Dalam menjalankan strategi penanganan tersebut, Kementerian Koordinator Bidang Pangan memfokuskan perhatian pada perbaikan infrastruktur pengairan, penyaluran pompa air secara masif, serta pemanfaatan sumur bor di daerah-daerah yang rawan mengalami kekurangan pasokan air bersih. Langkah ini dirancang untuk menjaga pasokan air bagi tanaman padi yang tengah memasuki fase vegetatif maupun generatif agar potensi penurunan hasil panen dapat dihindari.
“Beras kita akan mendapat tekanan dalam kondisi ini. Kita telah mencoba mengawal ketat delapan atau 10 provinsi utama penghasil padi. Karena itu, pompanisasi dan irigasi perpipaan juga terus kita lakukan di wilayah tersebut.”
— Hanif Faisol Nurofiq
Selain intervensi teknis irigasi, pemerintah juga memperkuat sinergi dengan berbagai instansi terkait untuk memantau pergerakan iklim secara berkala. Informasi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika diteruskan kepada kelompok tani agar jadwal penanaman dapat disesuaikan secara tepat guna mencegah risiko gagal panen akibat kekeringan berkepanjangan.
Kementerian Pertanian turut memastikan bahwa distribusi sarana produksi seperti pupuk bersubsidi berjalan lancar tanpa hambatan birokrasi di tingkat akar rumput. Kebijakan ini diambil untuk menjaga efisiensi biaya produksi bagi para petani sekaligus melindungi kesejahteraan mereka di tengah ketidakpastian cuaca global.
“Pemerintah menegaskan komitmen untuk menjaga ketersediaan pangan nasional di tengah tantangan fenomena El Nino dan memastikan target swasembada beras tetap menjadi prioritas utama.”
— Hanif Faisol Nurofiq
Melalui serangkaian kebijakan terpadu yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta para penyuluh pertanian, kementerian optimis bahwa sektor pangan nasional akan mampu bertahan dan tetap produktif. Pengawasan dan evaluasi berkala akan terus digalakkan secara konsisten demi menjamin tercapainya ketahanan pangan yang berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia.
