HomePertanianStrategi Malinau Genjot Pertanian Demi Ekonomi Masa Depan

Strategi Malinau Genjot Pertanian Demi Ekonomi Masa Depan

BERANDANUSANTARA.CO.ID, MALINAU — Pemerintah Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, mengambil langkah strategis untuk memperkuat sektor pertanian agar dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi alternatif yang berkelanjutan, guna mengurangi ketergantungan daerah pada sektor pertambangan batu bara, Minggu (25/10/2026).

Kebijakan transformatif ini dirancang secara matang melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah untuk menghadapi dinamika fluktuasi komoditas global yang kerap memukul kestabilan fiskal daerah. Selama bertahun-tahun, geliat perekonomian wilayah perbatasan ini sangat bergantung pada industri ekstraktif yang memiliki batasan usia eksploitasi.

"Pengembangan pertanian merupakan salah satu program prioritas Pemkab Malinau melalui program Pertanian Sehat," ujar Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kabupaten Malinau Agustinus di Malinau, Kalimantan Utara.

  • Program PESAT digalakkan untuk memperbesar kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian daerah.
  • Pemerintah daerah menyajikan dukungan alat berat untuk membuka lahan serta membangun akses jalan usaha tani.
  • Komoditas unggulan seperti padi adan dan hortikultura mendapatkan intervensi teknologi tepat guna.

Fokus penguatan ini diarahkan pada peningkatan produktivitas petani lokal melalui modernisasi alat pertanian, penyediaan akses pupuk yang merata, serta optimalisasi aset lahan tidur di berbagai wilayah kecamatan. Dinas Pertanian Kabupaten Malinau mencatat adanya peningkatan alokasi bantuan sarana dan prasarana produksi untuk menekan biaya operasional kelompok tani di lapangan.

Transformasi ekonomi ini juga mencakup pembenahan rantai pasok dari sentra-sentra produksi di pedalaman menuju pasar perkotaan agar distribusi berjalan lebih efisien. Pemerintah daerah menyadari bahwa tantangan geografis berupa medan berbukit dan infrastruktur jalan antarkecamatan yang belum sepenuhnya terhubung masih menjadi hambatan utama dalam menekan biaya logistik.

"Kita ingin sektor pertanian ini benar-benar memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Malinau," kata Agustinus dalam keterangannya terkait upaya memperkuat ketahanan pangan daerah.

Pemerintah daerah terus menggalang sinergi lintas sektor bersama instansi vertikal dan akademisi untuk melakukan riset kesesuaian lahan serta mitigasi perubahan iklim. Dengan posisi geografis yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, pembangunan kawasan agropolitan di wilayah ini diharapkan mampu menjadi etalase kemajuan ekonomi perdesaan sekaligus garda terdepan kedaulatan pangan nasional di beranda utara Indonesia.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments

error: Content is protected !!