BERANDANUSANTARA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Kelautan dan Perikanan mengerahkan ribuan peserta dari berbagai daerah untuk memverifikasi 1.000 calon lokasi Kampung Nelayan Merah Putih guna mendongkrak kesejahteraan masyarakat pesisir dan memastikan kelayakan infrastruktur secara komprehensif, Jumat (30/10/2026).
Pelaksanaan verifikasi ini dirancang secara cermat melibatkan 3.500 peserta yang berasal dari 37 provinsi di seluruh Indonesia. Para petugas lapangan tersebut mendapatkan pembekalan intensif agar mampu menilai secara objektif mengenai status lahan, kelembagaan pengelola, hingga rencana usaha yang diajukan oleh kelompok nelayan setempat.
Verifikasi lapangan mencakup pengecekan status lahan yang bebas sengketa serta ketersediaan aksesibilitas darat dan laut.
Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan menjelaskan bahwa program ini mengalami perluasan cakupan wilayah sasaran. Pembangunan tidak lagi sebatas menyasar kawasan pesisir laut konvensional, melainkan merambah hingga ke pulau-pulau kecil, wilayah terluar, serta kawasan perairan umum daratan.
Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan Lotharia Latif menegaskan bahwa proses penilaian harus dilakukan secara mendalam untuk menggali langsung aspirasi masyarakat. Penilaian wajib menyasar seluruh lapisan pelaku usaha perikanan di lapangan.
“Penilaian harus menggali kebutuhan nelayan kecil, awak kapal perikanan, perempuan yang bekerja dalam usaha perikanan, pengolah, hingga pedagang.”
— Lotharia Latif
Pemerintah menargetkan seluruh rangkaian survei, penilaian, dan fasilitasi kesiapan calon lokasi ini dapat rampung hingga pertengahan Desember 2026. Tahapan tersebut menjadi landasan penting sebelum pelaksanaan fisik konstruksi dimulai secara bertahap pada tahun berikutnya.
- Verifikasi mencakup 1.000 calon lokasi pembangunan di seluruh Indonesia.
- Program melibatkan 3.500 peserta dari 37 provinsi.
- Target penyelesaian survei ditetapkan hingga pertengahan Desember 2026.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyatakan bahwa pemilihan lokasi secara ketat sangat menentukan keberlanjutan program jangka panjang ini. Pembangunan fasilitas harus benar-benar berorientasi pada kebutuhan nyata masyarakat nelayan.
“Penilaian calon lokasi penting agar pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih sesuai kebutuhan masyarakat nelayan dan mampu memberikan manfaat berkelanjutan.”
— Sakti Wahyu Trenggono
Melalui pendekatan terpadu ini, setiap kawasan terpilih nantinya akan dilengkapi dengan fasilitas penunjang modern seperti pusat pendaratan ikan, rantai dingin, hingga stasiun bahan bakar khusus. Pemerintah berharap transformasi kawasan pesisir ini mampu menekan biaya operasional melaut serta menjaga mutu hasil tangkapan hingga sampai ke tangan konsumen.
