HomeBeritaKapolda Kaltara Terima Gelar Adat Tuk Ganang Mulung Demi Tegakkan Keadilan

Kapolda Kaltara Terima Gelar Adat Tuk Ganang Mulung Demi Tegakkan Keadilan

BERANDANUSANTARA.CO.ID, MALINAU — Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Utara (Kaltara) Brigjen Pol. Andi Syahriful Taufik resmi menerima gelar kehormatan adat dari masyarakat Dayak Lundayeh yang bernama Tuk Ganang Mulung, yang bermakna menegakkan keadilan, dalam sebuah kunjungan kerja resmi di Ruang Tebengang, Kantor Bupati Malinau, Selasa (27/10/2026).

Penganugerahan gelar tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Lembaga Adat Lundayeh Kabupaten Malinau, Paulus Belapang, disaksikan oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) serta berbagai elemen masyarakat setempat. Prosesi sakral ini diawali dengan penyematan atribut pakaian kebesaran adat, mulai dari rompi, parang khas, gelang, hingga topi adat Lundayeh kepada perwira tinggi Polri tersebut.

Pemberian nama kehormatan ini bukan sekadar seremonial biasa, melainkan simbol penerimaan, kepercayaan, dan harapan besar yang tumbuh dari kearifan leluhur agar aparat kepolisian senantiasa adil dalam mengayomi masyarakat. Wilayah Kalimantan Utara yang berbatasan langsung dengan negara tetangga memerlukan pendekatan kultural yang kuat guna meredam potensi kerawanan sosial serta memperkuat stabilitas keamanan regional.

Pemberian gelar adat Tuk Ganang Mulung menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat adat di wilayah perbatasan.

Dalam sambutannya di hadapan para tokoh adat dan pemuka masyarakat, Kapolda menegaskan komitmen institusinya untuk terus berjalan berdampingan dengan nilai-nilai budaya lokal. Pendekatan humanis dinilai sangat efektif untuk merangkul masyarakat di akar rumput dalam menjaga ketertiban umum.

“Gelar ini merupakan amanah dan wujud kebersamaan kita dalam merawat kedamaian serta menegakkan keadilan di bumi perbatasan.”

— Andi Syahriful Taufik

Para tokoh adat Lundayeh menyampaikan apresiasi atas keterbukaan aparat kepolisian dalam merangkul tradisi lokal. Kehadiran pimpinan kepolisian di daerah pedalaman ini diharapkan mampu mempererat tali silaturahmi serta membangun komunikasi yang lebih intensif antara warga dan penegak hukum.

“Kami berharap sinergi yang terbangun melalui pendekatan adat ini dapat terus berlanjut demi menciptakan suasana yang aman dan kondusif bagi seluruh warga.”

— Paulus Belapang

Melalui pengukuhan sebagai warga kehormatan adat tersebut, hubungan kultural antara institusi kepolisian dan masyarakat Dayak Lundayeh di Kalimantan Utara diharapkan semakin erat. Sinergi antara penegakan hukum formal dan kearifan lokal diyakini menjadi formula terbaik dalam merawat keutuhan wilayah perbatasan Republik Indonesia, Selasa (27/10/2026).

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments

error: Content is protected !!