BERANDANUSANTARA.CO.ID, BARCELONA — Malam penganugerahan Ballon d’Or 2026 yang menobatkan Harry Kane sebagai pemain terbaik dunia memicu gelombang protes keras dari lingkungan terdekat Lamine Yamal, setelah sang paman, Abdul Abdellaoui, melontarkan kritik terbuka terhadap hasil pemungutan suara tersebut, Rabu (28/10/2026).
Kemenangan penyerang asal Inggris yang kini memperkuat Bayern Munich itu mengungguli Kylian Mbappe di posisi kedua serta bintang muda Barcelona, Lamine Yamal, yang harus puas berada di bawahnya. Keputusan panelis dalam ajang bergengsi tersebut langsung menyedot perhatian publik internasional setelah Abdul Abdellaoui secara blak-blakan menyatakan kekecewaannya melalui wawancara dengan program radio El Larguero.
Ketegangan ini bermula ketika kamera televisi menangkap ekspresi serius dari Lamine Yamal saat Harry Kane menyampaikan pidato penerimaannya di atas panggung. Alih-alih ikut berdiri memberikan tepuk tangan bersama para tamu undangan lainnya, penyerang remaja tim nasional Spanyol itu tetap duduk di kursinya, yang kemudian memicu perdebatan luas di berbagai platform media sosial.
Abdul Abdellaoui menilai bahwa performa gemilang yang ditunjukkan oleh keponakannya sepanjang musim lalu jauh lebih layak mendapatkan pengangkatan tertinggi di dunia sepak bola. Ia berargumen bahwa kontribusi besar Yamal bagi klub Katalan dan kesuksesan La Roja menjuarai turnamen mayor memberikan dampak visual serta hiburan yang jauh lebih superior di atas lapangan hijau.
“Sejujurnya, ini sungguh menyedihkan, saya merasa sangat tidak enak. Keponakan saya tampil luar biasa, dia adalah pemain terbaik di dunia, semua orang tahu itu,”
— Abdul Abdellaoui
Lebih lanjut, paman sang bintang muda tersebut juga menyoroti preferensi penonton sepak bola global secara umum dalam menilai estetika permainan tingkat tinggi. Menurutnya, suporter sejati tentu lebih memilih menikmati aksi-aksi individu yang memukau dari seorang pemain remaja ketimbang sekadar mengandalkan produktivitas gol murni dari penyerang senior.
“Jika Anda menyukai sepak bola, Anda akan menonton Lamine, bukan Harry Kane. Karena Lamine adalah pemain yang membuat semua orang terpukau,”
— Abdul Abdellaoui
Harry Kane sendiri sejauh ini memilih untuk tidak memperkeruh situasi atau membalas komentar pedas tersebut secara terbuka. Mantan penyerang Tottenham Hotspur itu lebih memilih fokus menjaga konsistensi performanya bersama raksasa Bundesliga, mengingat padatnya jadwal kompetisi domestik maupun Eropa yang harus dijalani klubnya musim ini.
Manajemen Barcelona dan tim kepelatihan Blaugrana juga mengambil langkah serupa untuk meredam polemik luar lapangan yang melibatkan keluarga pemain. Mereka berupaya melindungi Lamine Yamal dari tekanan media agar sang pemain penyerang sayap berusia remaja itu tetap tenang dan dapat berkonsentrasi penuh pada perkembangan karier profesionalnya di Camp Nou.
Persaingan ketat di level elite sepak bola internasional membuktikan bahwa dinamika emosional tidak hanya terjadi di atas rumput hijau, tetapi juga melibatkan lingkaran terdekat para atlet bintang. Publik kini tetap menanti bagaimana respons lanjutan dari kedua pemain dalam membuktikan kapasitas terbaik mereka di sisa pertandingan musim ini.
