BERANDANUSANTARA.CO.ID, JAKARTA — General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) Dewanto berhasil meraih penghargaan bergengsi Nusantara Electrification Award (NEA) 2026 dengan predikat Leader in Advancing Electrification Infrastructure, Rabu (04/11/2026).
Penghargaan individual tersebut diberikan dalam ajang yang diselenggarakan oleh Listrik Indonesia di Hotel Bidakara, Jakarta. Capaian ini merupakan bentuk pengakuan atas dedikasi dan kepemimpinan dalam mengelola berbagai proyek pembangunan infrastruktur kelistrikan strategis guna memperkuat keandalan pasokan energi di wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara.
Dalam menjalankan tugasnya, PLN UIP KLT terus menggenjot pembangunan jaringan transmisi dan gardu induk untuk menopang kebutuhan energi yang terus meningkat seiring dengan pembangunan Ibu Kota Nusantara. Tantangan geografis yang berat di Pulau Kalimantan berhasil ditaklukkan melalui strategi manajemen yang optimal serta penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
“Pembangunan infrastruktur kelistrikan harus dirancang berdasarkan kebutuhan sistem dan kondisi nyata di lapangan demi memastikan keandalan pasokan energi bagi masyarakat dan kawasan industri baru.”
— Dewanto
Komitmen terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance juga menjadi fokus utama dalam setiap proyek yang dikerjakan oleh korporasi. Pendekatan humanis dan kolaboratif dikedepankan untuk meminimalkan potensi konflik sosial serta memastikan kelestarian lingkungan di sekitar lokasi proyek konstruksi.
Prestasi dalam ajang Nusantara Electrification Award 2026 mencerminkan keberhasilan kepemimpinan di sektor energi dalam memperkuat interkoneksi regional.
“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras seluruh insan PLN di lapangan yang terus berkomitmen menghadirkan energi yang berkeadilan, andal, dan berkelanjutan bagi masa depan Kalimantan.”
— Dewanto
Dengan diraihnya apresiasi tingkat nasional ini, jajaran manajemen PLN UIP KLT semakin termotivasi untuk merampungkan seluruh agenda pembangunan infrastruktur kelistrikan tepat waktu. Dukungan dari pemerintah daerah, pemangku kepentingan, serta masyarakat setempat menjadi fondasi penting dalam mewujudkan kemandirian energi nasional di tanah Borneo.
