HomeNusantaraKarhutla Pulau Taliabu Semakin Parah Ratusan Hektare Lahan Hangus

Karhutla Pulau Taliabu Semakin Parah Ratusan Hektare Lahan Hangus

BERANDANUSANTARA.CO.ID, MALUKU UTARA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan bahwa kebakaran hutan dan lahan yang melanda Kabupaten Pulau Taliabu telah menghanguskan area seluas 347,06 hektare akibat musim kemarau panjang yang memicu kekeringan vegetasi serta tiupan angin kencang sepanjang tahun 2024 hingga menjelang November 2026, Rabu (04/11/2026).

Bencana ekologis ini tidak hanya merusak tutupan lahan hijau, tetapi juga berdampak langsung pada sektor perkebunan rakyat di wilayah tersebut. Berdasarkan pendataan otoritas penanggulangan bencana, tercatat sebanyak 39 ribu pohon berbagai jenis musnah terbakar, sementara puluhan ribu tanaman produktif milik warga mengalami kerusakan permanen akibat amukan api yang merambat dengan cepat di kawasan perbukitan terjal.

Indikator Dampak Keterangan Lapangan
Luas Lahan Terbakar 347,06 hektare
Pohon Terdampak 39 ribu pohon
Wilayah Terdampak Kabupaten Pulau Taliabu

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa tim gabungan di lapangan menghadapi berbagai kendala geografis yang cukup berat selama proses pemadaman berlangsung, termasuk minimnya akses jalan darat menuju titik api dan terbatasnya sumber air di area perbukitan. Kendati demikian, berbagai upaya taktis terus dikerahkan secara maksimal.

“Titik-titik api terus terpantau di beberapa wilayah administratif kabupaten tersebut, sementara upaya pemadaman yang dilakukan oleh tim gabungan di lapangan menghadapi berbagai kendala geografis, termasuk minimnya akses jalan darat menuju titik api serta ketersediaan sumber air yang terbatas.”

— Abdul Muhari

Selain faktor geografis yang menantang, tiupan angin kencang di sekitar lokasi kejadian kerap mempercepat laju pergerakan api sehingga merambat ke area-area yang sebelumnya belum tersentuh. Petugas dari unsur TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, serta masyarakat setempat harus berjibaku menggunakan peralatan seadanya untuk melokalisasi api agar tidak semakin mendekati kawasan permukiman penduduk.

Dampak dari musibah lingkungan ini juga mulai dirasakan oleh masyarakat sekitar yang dihadapkan pada ancaman kabut asap tebal. Puskesmas setempat melaporkan adanya peningkatan kunjungan pasien dengan keluhan sesak napas dan iritasi mata, khususnya dari kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia yang memerlukan penanganan medis segera.

  • Gunakan masker standar saat beraktivitas di luar ruangan jika kabut asap akibat kebakaran hutan mulai menebal di sekitar permukiman.
  • Hindari membakar sampah atau sisa panen di dekat kawasan hutan yang kering guna mencegah meluasnya api.
  • Segera laporkan kepada aparat terdekat jika melihat titik api sekecil apa pun di kawasan hutan Pulau Taliabu.

Pemerintah daerah bersama instansi vertikal terkait terus berkoordinasi untuk mengoptimalkan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca guna memicu hujan buatan di wilayah Maluku Utara. Langkah darurat ini dinilai sebagai satu-satunya cara efektif untuk memadamkan seluruh titik panas secara masif mengingat luasnya cakupan area yang terbakar.

“Pemerintah daerah bersama instansi vertikal terkait terus berkoordinasi untuk mengoptimalkan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca guna memicu hujan buatan di wilayah Maluku Utara demi memadamkan titik api.”

— Berton SP Panjaitan

Dinas Sosial bersama instansi terkait juga telah mendirikan posko pengungsian darurat serta menyalurkan bantuan logistik berupa masker medis, makanan siap saji, dan air bersih bagi warga yang terdampak langsung oleh pekatnya asap kebakaran. Pemerintah mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan tinggi dan menghindari segala aktivitas yang berpotensi memicu percikan api.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments

error: Content is protected !!