BERANDANUSANTARA.CO.ID, PALANGKA RAYA — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI mengerahkan 70 personel tim Baznas Tanggap Bencana dan petugas medis guna mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan serta memberikan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak kabut asap di Pulau Kalimantan, Selasa (27/10/2026).
Langkah taktis ini diambil menyusul peningkatan intensitas kebakaran lahan gambut dan kawasan hutan di sejumlah kabupaten yang memicu penurunan kualitas udara secara drastis. Penanganan yang dilakukan personel Baznas mencakup aksi pemadaman darat secara langsung, operasional posko kesehatan bergerak, hingga pendistribusian paket logistik darurat kepada masyarakat rentan, relawan, dan petugas lapangan.
Sebaran operasional tim lapangan melingkupi area rawan di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, serta beberapa titik lokasi di Sumatera dan Sulawesi Barat. Pengerahan sumber daya manusia dan armada pendukung difokuskan untuk memperkuat kerja satuan tugas gabungan daerah guna menjangkau lokasi-lokasi permukiman warga yang terkepung asap pekat.
Selain menerjunkan personel pemadam, Baznas mengoperasikan fasilitas khusus berupa Rumah Sehat Oksigen yang berlokasi di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Hingga saat ini, fasilitas kesehatan tersebut telah memberikan penanganan medis gratis kepada sedikitnya 261 warga yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap pembakaran lahan.
Layanan Kesehatan dan Bantuan Logistik
Tim medis lapangan ditempatkan secara terpadu untuk memantau kondisi kesehatan kelompok rentan, seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia. Selain pelayanan medis dasar dan terapi oksigen, petugas turut membagikan masker pelindung standar kesehatan, vitamin penambah daya tahan tubuh, serta obat-obatan pendukung guna mencegah lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut di permukiman warga.
- Pengerahan 70 personel terlatih untuk pemadaman darat dan bantuan medis.
- Pengoperasian Rumah Sehat Oksigen yang melayani 261 jiwa terdampak kabut asap.
- Penyaluran logistik berupa masker, air bersih, obat-obatan, dan makanan siap saji.
Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad, menegaskan bahwa penanganan bencana kebakaran hutan memerlukan pendekatan menyeluruh yang menyentuh aspek keselamatan jiwa dan pemenuhan kebutuhan dasar korban.
“Penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api. Kami juga berupaya memenuhi kebutuhan petugas dan relawan serta membantu masyarakat yang terdampak asap.”
— Idy Muzayyad
Bantuan logistik yang disalurkan ke berbagai titik bencana mencakup makanan siap saji, pasokan air bersih untuk kebutuhan domestik dan pemadaman, roti serta susu UHT bagi anak-anak sekolah, hingga perlengkapan higiene pribadi. Pendistribusian logistik difokuskan pada keluarga prasejahtera yang kehilangan akses mata pencaharian harian akibat terbatasnya jarak pandang dan penurunan kualitas udara luar ruangan.
Ketua Baznas RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menyampaikan bahwa pengerahan seluruh armada tanggap bencana merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam mengelola dana zakat, infak, dan sedekah untuk kepentingan kemanusiaan serta perlindungan masyarakat dari dampak bencana alam.
“Kami tidak bisa tinggal diam melihat saudara-saudara kita di Kalimantan terdampak bencana karhutla ini. Baznas memiliki amanah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, dan penanganan karhutla ini adalah salah satu prioritas kami.”
— Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA
Sinergi Lapangan dan Mitigasi Berkelanjutan
Dalam menjalankan operasi darurat di lapangan, personel Baznas berkoordinasi secara intensif bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, serta pemerintah daerah setempat. Sinergi ini bertujuan memastikan pembagian wilayah kerja berjalan efektif tanpa terjadi tumpang tindih penanganan.
| Lembaga Penanggung Jawab | Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI |
|---|---|
| Jumlah Personel Lapangan | 70 orang tim tanggap bencana dan medis |
| Masyarakat Terlayani Medis | 261 jiwa di Rumah Sehat Oksigen |
| Cakupan Wilayah Utama | Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi |
Kondisi medan yang sulit dijangkau kendaraan roda empat serta titik api yang menjalar di bawah permukaan tanah gambut menjadi tantangan utama bagi petugas di lapangan. Untuk mengatasi kendala tersebut, personel dilengkapi dengan pompa air portabel, selang panjang, serta peralatan pemadam manual agar mampu menjangkau titik panas yang jauh dari akses jalan raya utama.
Penggunaan dana zakat dalam operasi penanggulangan bencana ini difungsikan melalui skema penanganan asnaf fi sabilillah dan perlindungan masyarakat rentan. Melalui mekanisme ini, pembiayaan seluruh operasional pemadaman, posko kesehatan, dan bantuan logistik dipastikan berjalan secara transparan dan akuntabel tanpa membebankan biaya apa pun kepada masyarakat penerima manfaat.
Pengoperasian posko kesehatan bergerak dan penyaluran logistik darurat didukung penuh oleh alokasi dana zakat, infak, dan sedekah masyarakat.
Selain melakukan penanganan jangka pendek selama masa tanggap darurat, Baznas juga menyusun program edukasi dan pendampingan ekonomi jangka panjang bagi warga di sekitar kawasan rawan kebakaran. Langkah edukatif ini mencakup sosialisasi praktik pembukaan lahan pertanian tanpa bakar serta penyediaan solusi pengelolaan lahan berkelanjutan guna memutus rantai bencana tahunan.
Evaluasi harian terus dilakukan oleh tim koordinasi pusat dan daerah dengan memanfaatkan pemantauan citra satelit titik panas dari kementerian terkait. Langkah penyesuaian pergerakan personel dan pergeseran armada logistik terus difokuskan pada kawasan permukiman yang paling membutuhkan intervensi kesehatan dan bantuan pangan darurat.
