BERANDANUSANTARA.CO.ID, SLEMAN — Pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji Miftah Maulana Habiburrahman, yang akrab disapa Gus Miftah, memberikan dukungan moral dan pesan menyentuh kepada pesohor tanah air Raffi Ahmad setelah menuai gelombang hujatan masif dari warganet akibat kehadirannya dalam acara deklarasi Sumpah Pemuda di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Rabu (04/11/2026).
Gelombang kritik tajam tersebut bermula ketika suami Nagita Slavina itu tampil memenuhi undangan dalam agenda publik yang sarat sorotan, memicu perdebatan sengit di berbagai platform media sosial mengenai keterlibatan figur publik dalam kegiatan bernuansa politis. Menanggapi tekanan psikologis yang bertubi-tubi dari publik dunia maya, Gus Miftah menilai bahwa beban mental yang dipikul oleh tokoh-tokoh terkenal kerap kali diabaikan oleh masyarakat yang hanya melihat kesuksesan di layar kaca.
“Raffi kamu boleh lelah, boleh capek. Orang kuat pun butuh bersandar.”
— Gus Miftah
Pendakwah asal Yogyakarta tersebut menegaskan bahwa setiap individu, terlepas dari seberapa besar ketangguhan yang ditampilkan di hadapan publik, tetap memiliki keterbatasan batiniah dan membutuhkan tempat untuk berkeluh kesah saat menghadapi tekanan berat. Langkah pendekatan personal ini dilakukan untuk meredam dampak psikologis negatif akibat serangan bertubi-tubi di ruang digital.
Di sisi lain, respons beragam terus mengalir dari berbagai pihak terkait dinamika sosial yang menyeret nama presenter kondang tersebut, sementara pihak keluarga dan kerabat dekat turut menyampaikan doa agar sang pesohor senantiasa diberikan kekuatan dalam menghadapi badai opini publik.
“Orang kuat itu butuh bersandar.”
— Gus Miftah
Fenomena perundungan siber ini kembali menyoroti tipisnya batas antara apresiasi dan kebencian di era digital, di mana setiap keputusan publik seorang pesohor dapat dengan cepat memicu reaksi ekstrem dari warganet tanpa melihat keseluruhan konteks permasalahan yang ada.
