BERANDANUSANTARA.CO.ID, JAKARTA — Partai Nasional Demokrat (NasDem) menggelar diskusi internal secara tertutup di NasDem Tower, Cikini, Jakarta Pusat, untuk merumuskan sikap resmi terkait wacana penggunaan hak angket Dewan Perwakilan Rakyat demi menindaklanjuti polemik dokumen pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Kamis (5/11/2026).
Pertemuan tingkat tinggi tersebut diadakan untuk mendengarkan berbagai pandangan dari pengurus pusat maupun kader di parlemen sebelum partai mengambil keputusan institusional. Sebagai salah satu partai yang berada di dalam koalisi besar pemerintahan, pimpinan partai menilai bahwa langkah konstitusional seperti hak penyelidikan parlemen memerlukan kehati-hatian ekstra agar tidak mencederai stabilitas politik nasional.
Wacana mengenai hak angket dan pemakzulan wakil presiden terpilih pertama kali digulirkan oleh sejumlah politisi di Senayan sebagai instrumen pengawasan terhadap proses pemilu serta dinamika keabsahan syarat pencalonan. Kendati demikian, pimpinan partai menegaskan bahwa setiap langkah politik yang diambil oleh fraksi harus didasarkan pada kajian mendalam yang objektif, bukan sekadar didorong oleh euforia politik jangka pendek.
Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Hermawi Tasrief, menjelaskan bahwa partainya tidak ingin terburu-buru dalam mengambil keputusan strategis yang memiliki implikasi besar terhadap tatanan kenegaraan. Menurutnya, setiap instrumen yang tersedia di parlemen harus disikapi dengan perhitungan yang matang serta berlandaskan data yang akurat.
“Partai Nasdem saat ini tengah berada dalam proses pengkajian yang mendalam dan berhati-hati untuk merumuskan sikap resmi terkait wacana penggunaan hak angket di Dewan Perwakilan Rakyat.”
— Hermawi Tasrief
Proses perumusan sikap internal ini juga melibatkan penelaahan terhadap dinamika yang terjadi di parlemen serta komunikasi intensif dengan berbagai pihak. Di sisi lain, Bendahara Umum Partai NasDem, Ahmad Sahroni, menegaskan bahwa partainya bakal tetap berpegang pada aturan formal dan prosedur beracara yang berlaku di lembaga legislatif sebelum menentukan arah kebijakan politik lanjutan.
“Partai NasDem belum mengambil langkah politik khusus terkait wacana penggunaan hak angket untuk menindaklanjuti polemik dokumen pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.”
— Ahmad Sahroni
Pengurus pusat mengingatkan para kader agar tidak mudah terpancing oleh narasi provokatif yang beredar di ruang publik luar parlemen. Fokus utama saat ini tetap diarahkan pada penjagaan kondusivitas nasional demi kelancaran pemerintahan serta pemulihan ekonomi di tengah berbagai tantangan domestik maupun global.
