BERANDANUSANTARA.CO.ID, KOTA BANDUNG — Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Barat bersama Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Bandung secara resmi merumuskan sebanyak 45 rekomendasi kebijakan strategis guna memperkuat ketahanan serta mengakselerasi transformasi ekonomi daerah melalui forum West Java Economic Society (WJES) 2026 yang melibatkan ratusan akademisi, Rabu (07/11/2026).
Pelaksanaan forum tahunan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan mendesak untuk memperkuat fondasi perekonomian di tengah dinamika global yang terus berubah serta tantangan domestik yang semakin kompleks. Jawa Barat sebagai salah satu pusat pertumbuhan nasional dan provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia memegang peranan krusial dalam menopang stabilitas makroekonomi secara keseluruhan.
Dalam dokumen akhir yang disusun oleh tim perumus, puluhan rekomendasi tersebut dikelompokkan ke dalam beberapa pilar utama kebijakan pembangunan ekonomi daerah. Fokus utama diarahkan pada penguatan sektor manufaktur modern, digitalisasi UMKM, hilirisasi produk pertanian dan perikanan, serta pengembangan infrastruktur hijau yang berkelanjutan di seluruh wilayah kabupaten dan kota.
Transformasi ekonomi Jawa Barat memerlukan sinergi erat antara pemerintah, akademisi, dan sektor swasta melalui implementasi kebijakan berbasis data.
Para akademisi dan perumus kebijakan menilai bahwa pertumbuhan ekonomi konvensional tidak lagi memadai untuk membawa Jawa Barat keluar dari jebakan pendapatan menengah atau middle-income trap. Oleh karena itu, diperlukan pergeseran paradigma menuju ekonomi yang digerakkan oleh inovasi, peningkatan produktivitas tenaga kerja, serta pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dalam proses produksi industri lokal.
Selain fokus pada sektor industri pengolahan dan teknologi, forum tersebut juga memberikan perhatian khusus pada upaya pengentasan kemiskinan ekstrem dan pengurangan tingkat pengangguran terbuka melalui penciptaan lapangan kerja yang inklusif. Program pelatihan vokasi yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja masa depan menjadi salah satu sorotan penting dalam rumusan kebijakan tersebut.
“Rekomendasi ini disiapkan sebagai masukan bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memperkuat ketahanan ekonomi, meningkatkan daya saing, serta mendorong pertumbuhan yang inklusif.”
— Perwakilan Tim Perumus WJES 2026
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyambut baik rangkaian rekomendasi yang diserahkan oleh para ekonom dari berbagai perguruan tinggi terkemuka ini. Dokumen strategis tersebut dinilai sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah yang sedang berjalan.
Implementasi dari puluhan rekomendasi ini tentu memerlukan komitmen politik yang kuat serta koordinasi lintas sektoral yang efektif antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota. Tantangan fiskal dan birokrasi di lapangan kerap menjadi hambatan klasik dalam eksekusi program pembangunan, sehingga mekanisme pengawasan yang transparan mutlak diperlukan.
Para pelaku usaha di Jawa Barat juga mendesak agar pemerintah daerah segera menindaklanjuti rumusan tersebut dengan menerbitkan regulasi turunan yang memberikan kepastian hukum bagi investor. Langkah ini dinilai sangat krusial terutama untuk menarik investasi di sektor energi terbarukan dan industri kreatif berbasis digital.
“Kami berharap investor dapat mengutamakan kepentingan daerah dan mematuhi regulasi yang berlaku demi tercapainya pemerataan kesejahteraan masyarakat luas.”
— Erwan Setiawan
Melalui kebijakan yang komprehensif ini, Jawa Barat optimistis dapat mempertahankan posisinya sebagai motor penggerak utama perekonomian nasional sekaligus mewujudkan visi kesejahteraan yang merata bagi seluruh masyarakatnya dalam beberapa tahun ke depan.
